Showing posts with label SDLC. Show all posts
Showing posts with label SDLC. Show all posts

Wednesday, March 28, 2018

Model-model pada Software Development Life Cycle (SDLC)

Hello, kali ini saya akan membahas model-model yang digunakan pada Software Development Life Cycle (SDLC). Langsung saja, saya akan menampilkan definisi beserta contoh gambar agar mudah dipahami. 

a.    Model Waterfall

Merupakan model pengembangan system yang paling mudah dan paling sering digunakan. Model pengembangan ini bersifat linear dari tahap awal pengembangan system yaitu tahap perencanaan sampai tahap akhir pengembangan system yaitu tahap pemeliharaan. Tahapan berikutnya tidak akan dilaksanakan sebelum tahapan sebelumnya selesai dilaksanakan dan tidak bisa kembali atau mengulang ke tahap sebelumnya. Tahap-tahap yang dilakukan pada model Waterfall ini digambarkan pada gambar berikut ini :




b.    Model Iterasi

Merupakan model pengembangan system yang bersifat dinamis dalam artian setiap tahapan proses pengembangan system dapat diulang jika terdapat kekurangan atau kesalahan. Setiap tahapan pengembangan system dapat dikerjakan berupa ringkasan dan tidak lengkap, namun pada akhir pengembangan akan didapatkan system yang lengkap pada pengembangan system. Terdapat dua jenis model iterasi, yaitu :

–        Model Incremental, merupakan model pengembangan system yang dipecah sehingga model pengembangannya secara increment/bertahap. Kebutuhan pengguna diprioritaskan dan prioritas tertinggi dimasukkan dalam awal increment. Model Incremental digambarkan sebagai berikut :



–        Model Spiral, merupakan model pengembangan system yang digambarkan berupa spiral. Model spiral ini tidak merepresentasikan rangkaian tahapan dengan penelusuran balik (back-tracking), tidak ada fase-fase tahapan yang tetap seperti spesifikasi atau perancangan. Setiap untaian pada pada spiral menunjukkan fase software process. Model Spiral ini digambarkan sebagai berikut :



c.    Model Rapid Application Development (RAD)

Merupakan model pengembangan system yang melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna system. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat-alat khusus agar proses bisa cepat, misalnya melakukan sesi Joint Application Development (JAD), penggunaan alat-alat Computer Aided Software Engineering (CASE Tools), kode generator dan lain-lain. Model RAD ini digambarkan sebagai berikut :


d.    Model Prototyping

Merupakan model pengembangan system yang proses iterative dalam pengembangan sistem dimana requirement diubah ke dalam sistem yang bekerja (working system) yang secara terus menerus diperbaiki melalui kerjasama antara user dan analis. Prototype juga bisa dibangun melalui beberapa tool pengembangan untuk menyederhanakan proses. Prototyping merupakan bentuk dari Rapid Application Development (RAD). Model Prototypig digambarkan sebagai berikut :

4

Sumber : 

Share:

Monday, August 15, 2016

Systems Development Life Cycle (SDLC)

SDLC adalah penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan sistem atau sub-sistem informasi berbasis komputer. SDLC terdiri dari serangkaian tugas yang erat mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem. Karena tugas-tugas tersebut mengikuti pola yang teratur dan dilakukan secara top-down, SDLC sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembang dan penggunaan sistem. Suatu SDLC tradisional terdiri dari empat fase pokok yaitu, perencanaan, analisis, rancangan, dan penerapan (McLeod, 2004).

Tahapan-tahapan pada SDLC 
1. Perencanaan. Fase perencanaan adalah sebuah proses dasar untuk memahami mengapa sebuah sistem harus dibangun. Pada fase ini diperlukan analisa kelayakan dengan mencari data atau melakukan proses information gathering kepada pengguna.
2. Analisa. Fase analisa adalah sebuah proses investigasi terhadap sistem yang sedang berjalan dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban mengenai pengguna sistem, cara kerja sistem dan waktu penggunaan sistem. Dari proses analisa ini akan didapatkan cara untuk membangun sistem baru. 
3. Rancangan. Fase perancangan merupakan proses penentuan cara kerja sistem dalam hal architechture design, interface design, database dan spesifikasi file, dan program design. Hasil dari proses perancangan ini akan didapatkan spesifikasi sistem. 
4. Implementasi. Fase implementasi adalah proses pembangunan dan pengujian sistem, instalasi sistem, dan rencana dukungan sistem.
Kali ini kita hanya akan membahas 2 fase yaitu Analisa dan Rancangan.

Analisa merupakan sebuah fase yang vital pada SDLC dimana informasi akan diurai, diidentifikasi, dan dievaluasi. Tujuan nya agar dapat membantu pengambilan keputusan dengan diuraikannya informasi dan merumuskan beberapa tahapan yang akan masuk pada perancangan.
Dalam analisis tentu dibutuhkan informasi. Ada 5 cara untuk mendapatkannya dengan berbagai plus minus dalam melaksanakannya, yaitu:
1. Kuesioner.
2. Interview.
3. Document Handling atau Pengecekan Dokumen.
4. JAD (Joint Application Design)
5. Observasi

Kemudian, perancangan. Tentu saja adalah proses setelah analisis. Tapi bukan itu maksudnya. Perancangan merupakan sebuah tahapan tentang bagaiman sistem akan dibentuk. Sehingga dapat memberikan kesan atau sebuah ide awal tentang hasil akhir dari sebuah sistem yang akan dibentuk. Terdapat banyak tahapan dalam perancangan yang harus diperhatikan, seperti perancangan Input, Output, Proses, Database, Kontrol, Jaringan dan Komputer. Pada proses perancangan tentu akan melibatkan pihak terkait, yaitu: Manager, User, dan Stakeholder.

posting ini mirip dengan postingan 4 bulan lalu. jadi credit tetap kepada mbak-mbak yang telah posting ini seperti sebelumnya. hanya saja, postingan kali ini cukup singkat mengingat memori penulis yang tiba-tiba blur ketika kuliah pada hari sabtu kemarin selesai. jadi hanya dapat mengingat beberapa poin penting akibat penulis yang telat datang. (-__-)
credit to: https://wildawilda.wordpress.com/2015/11/22/spk/
Share:

Sunday, April 10, 2016

Pengembangan SPK Mengikuti Langkah-langkah Metode SDLC

Sistem Development Life Cycle (SDLC)
SDLC adalah penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan sistem atau sub-sistem informasi berbasis komputer. SDLC terdiri dari serangkaian tugas yang erat mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem. Karena tugas-tugas tersebut mengikuti pola yang teratur dan dilakukan secara top-down, SDLC sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembang dan penggunaan sistem. Suatu SDLC tradisional terdiri dari empat fase pokok yaitu, perencanaan, analisis, rancangan, dan penerapan (McLeod, 2004).

Tahapan-tahapan pada SDLC
  1. Perencanaan Fase perencanaan adalah sebuah proses dasar untuk memahami mengapa sebuah sistem harus dibangun. Pada fase ini diperlukan analisa kelayakan dengan mencari data atau melakukan proses information gathering kepada pengguna
  2. Analisa Fase analisa adalah sebuah proses investigasi terhadap sistem yang sedang berjalan dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban mengenai pengguna sistem, cara kerja sistem dan waktu penggunaan sistem. Dari proses analisa ini akan didapatkan cara untuk membangun sistem baru.
  3. Rancangan Fase perancangan merupakan proses penentuan cara kerja sistem dalam hal architechture design, interface design, database dan spesifikasi file, dan program design. Hasil dari proses perancangan ini akan didapatkan spesifikasi sistem.
  4. Implementasi Fase implementasi adalah proses pembangunan dan pengujian sistem, instalasi sistem, dan rencana dikungan sistem.
MANFAAT DARI SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SYSTEM (SDLC)
  1. meningkatkan Proses
  2. mengurasngi kesalahan saat pengkodea..
  3. serangan berkurang
  4. fitur-fitur yang tidak di gunakan di nonaktifkan secara deflaut
  5. meminimumkan penggunaan hak
  6. melindungi dan membentengi mendeteksi penyumpanan          dan menggatur.
  7. terdapat diagram yang menunjukan manfaatsubstansial dari tahap design yang mana dapat digunakan untuk merancang seluruh tampilan dan dokumentasi ya

Contoh-contoh:

Dalam dunia otomotif yang begitu ramai banyak pilihan merek dan jenis mobil di era sekarang ini dengan perkembagan teknologi yang pesat pemasaran dalam online pun cukup menjanjikan karena hampir semua orang memiliki akses untuk online, maka di buatlah situs ini agar  dapat memudahkan dalam menemukan mobil impian dengan  bajet terbatas.
perancangan :
berikut struktur organisasi pemasaran mobil .
Client                                      Server
Penjual mobil ——— Prospec custmer ——Data Custmer
informasi Mobil——- unit prospec custmer——-Data Seles
perusahaan  ——-informasi prusahaan——Inventory Data
Komponen marketing
Perencanaan :
1. Feasibilities studies perusahaan  otomotif ini diharapkan akan lebih jelas dalam tujuan penjualan mobil.
2. System Investigation, memudahkan dalam menentukan jaringan untuk mengakses ke perusahan tsb. dengan begitu pengguna dapat langsung mengdapatkan pelayanan jika tejadi sesuatu masalah dengan mobil tsb.

Analisa

Analisa Teknologi :
Dari sisi perusahaan disini dia meminta untuk dalam peroses hal yang tidak di ingini atau masalah di perlukan teknologi informasi yang menunjang tujuan pemasaran mobil tsb.

Analisa Informasi :
Untuk data Static berupa profil perusahaan, visi dan misi, sejarah perusahaan, dan latar belakang perusahaan. Sedangkan untuk data dynamic yakni data yang berubah seketika dalam setiap periode (hari atau jam). Data dynamic yang dimaksud berupa informasi stok barang, informasi harga barang, informasi berita, dan lain-lain.
 
Analisa Pengguna :
Di sini custmer lebih dapat terjamin dari sisi layanan dan informasi yang di dapatnya. Tahap desain dari informasi di atas perusahaan menginginkan data prospec custmer  maka perlu di perhatikan sesuai record data pelanggan :
Nama , alamat, no tlpon dan keterangan unit yang di cari
Record unit:
Nama barang, tahun dan pajak karena disini unit bukan hanya yang baru secoud juga masuk.
Record stock data barang:
Nama unit, tahun,warna, pajak dan km(kilometer).
selanjutnya masuk ketahapan implementasi uji coba:
dan tahap perawatan.
 
 Credit to : https://wildawilda.wordpress.com/2015/11/22/spk/
Share: